Langsung ke konten utama

Benih Pengalaman dan Pembelajaran Teologi




(tidak menggunakan kutipan ayat, murni dari pengalaman dan pengetahuan dalam pembelajaran tentang Teologi, silahkan uji sendiri secara Alkitabiah)

Pada mulanya TUHAN Allah menciptakan Langit dan Bumi serta isinya. Kemudian TUHAN Allah menciptakan manusia, TUHAN Allah sangat menyayangi semua ciptaanNya, khususnya manusia yang diciptakan TUHAN Allah segambar dan serupa denganNya. Manusia dikhususkan untuk memiliki hubungan pribadi dengan TUHAN Allah.
Sebelum penciptaan bumi, telah ada malaikat-malaikat yang diciptakan TUHAN Allah. Telah terjadi peperangan disorga, Pemberontakan itu dipimpin oleh  sesosok malaikat yang mengasut begitu banyak malaikat lainnya untuk memberontak, melawan dan ingin mengantikan peperintahan TUHAN Allah. Akan tetapi pemberontakan yang dilakukan malaikat itu karena kesombongannya tidak membuahkan hasil, malaikat itu dan bersama pengikutnya tidak mendapatkan tempat lagi disurga, merekalah yang sekarang ini dikenal sebagai Iblis/malaikat jatuh, penyesat bangsa-bangsa. Iblis telah jatuh sebelum ia mencobai adam dan hawa.
Note: {Iblis adalah bapa dari segala penipu, bapa tipu muslihat, bapa segala dosa, bapa dari Segala yang tidak baik. setelah kehilangan tempat di surga misi utama iblis adalah menyesatkan umat manusia agar tetap hidup didalam dosa. iblis memakai begitu banyak cara dan tipu muslihat demi menyesatkan umat manusia. iblis sering kali menyamar menjadi dewa atau tuhan(berhala-berhala, tuhan atau dewa palsu) di dunia yang memiliki sebutan ‘nama’. merakalah yang dilawan musa dengan kuasa TUHAN Allah dengan memakai tulah-tulah untuk membuktikan kepada bangsa mesir bahwa tuhan/dewa yang disembah mereka adalah palsu. Iblis  diseluruh bumi menyamar sebagai tuhan/dewa  berdasarkan tempat, kebudayaan dan keadaan manusia yang pada dasarnya melahirkan kepercayaan dewa/tuhan yang diberikan nama oleh manusia dan pada saat itulah dewa/tuhan  yang semestinya tidak ada menjadi ada oleh tipu muslihat dan penyamaran si Iblis. Ketika kita membaca kitab keluaran yang menceritakan bagian tentang proses bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan pasti akan memunculkan pertanyaan pada bagian ayat yang tertulis ‘hati firaun dikeraskan oleh TUHAN Allah’, kenapa hati firaun dikeraskan oleh TUHAN Allah? Hal ini  agar supaya kesepuluh tulah itu tetap terjadi, lewat tulah-tulah ini bangsa mesir bisa melihat dengan sendirinya bagaimana kemulian TUHAN Allah bangsa Israel dengan demikian menegaskan bahwa tuhan/dewa yang mereka sembah itu adalah palsu. Pada saat itu bangsa mesir memiliki begitu banyak dewa yang disembah dan dewa-dewa itu memiliki peran masing-masing. Tulah  pertama adalah air menjadi darah. Tulah ini untuk melawan kepercayaan bangsa mesir yang menyembah dewa-dewa yang mengusai sungai nil, bagi kepercayan bangsa mesir. Bagi bangsa mesir berkat yang mereka terima dari sugai nil itu karena penyembahan mereka kepada dewa-dewa sungai nil. Dengan  mengubah air menjadi darah kepercayaan bangsa mesir dipatahkan dan dewa-dewa palsu itu dihancurkan. Demikian dengan tulah-tulah yang lainnya itupun memiliki maksud khusus dari TUHAN untuk bangsa mesir. Inilah alasan kenapa firaun(firaun adalah gelar pemimpin atau raja dari bangsa mesir ‘bukan nama’) pada saat itu hatinya dikeraskan oleh TUHAN Allah untuk menunjukan kepalsuan tuhan/dewa bangsa mesir. Untuk menunjukan kepada dunia hanya TUHAN Allah, Allah yang benar. Iblis juga sering menyamar menjadi manusia yang sudah meninggal, dan banyak manusia mudah percaya bahwa orang yang sudah mati bisa merasuki manusia yang masih hidup. Padahal manusia yang telah  mati tidak lagi dapat berhubungan dengan manusia hidup. Ini adalah salah satu dasar kepercayaan Kekristenan. Iblis bisa menjadi apapun bahkan malaikat sekalipun, iblis bisa menyamar menjadi pribadi atau rupa yang kita kenal yang telah meninggal masuk kedalam tubuh orang ataupun didalam mimpi agar kita percaya bahwa orang mati roh-rohnya masih berkeliharan dibumi dan dengan demikian kita bertentangan dengan salah satu dasar kepercayaan bahwa yang mati tidak dapat lagi berhubungan dengan yang hidup. Iblis juga bisa bermanifestasi diobjek benda. Ingat iblis adalah bapa tipu muslihat. Ketika manusia imannya lemah kemudian manusia itu menginginkan sesuatu yang lebih untuk memenuhi keinginannya dan pergi ketempat-tempat yang kata orang bisa memberikan kekuatan dan sebagainya, contoh lewat cincin yang berwana ataupun apapun benda yang mempunyai isi kekuatan magis, ketahuilah kalau itu adalah hasil manifestasi dari tipu muslihat iblis yang memberikan kekuatan yang seberannya ‘tidak ada menjadi ada’. Maksudnya begini, contoh : kata orang ada sebuah pohon yang bisa memberikan kekuatan, pada dasarnya ‘pohon itu tidak memiliki apa-apa’ tapi iblis yang memanipulasi pikiran manusia sehingga beranggapan demikian dengan cara ketika manusia membuat ritual penyembahan terhadap pohon itu iblislah yang memberikan apa yang dibutuhkan oleh manusia itu. Dan hal itu menimbulkan berhala yang tidak disukai oleh TUHAN. Dengan demikian iblis memiliki keuntungan yang membuat manusia jatuh kedalam dosa dan kerajaan gelapnya semakin lebar didalam hati dan pikiran manusia}.
Setelah manusia salah mempergunakan kehendak bebas yang telah TUHAN Allah berikan dengan memilih menuruti godaan si Iblis, memakan apa yang dilarang TUHAN Allah, melawan perintah TUHAN Allah. Manusia jatuh kedalam Dosa. Dan dosa akhirnya adalah maut, kematian. Dosa adalah maut.
Manusia perlu diselamatkan dari maut. TUHAN Allah dengan penuh kasih datang kedunia berinkarnasi menjadi Daging, menjadi Firman yang hidup untuk menebus Dosa umat manusia. Anak Allah mengorbankan diriNya di atas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia, mati, dan dikuburkan kemudian bangkit pada hari yang ketiga dengan tanda bahwa dosa yang manusia lakukan telah ditebus lunas, kematian itu telah dikalahkan dan diangkat dari manusia yang telah menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan juruselamatnya.
Firman inilah yang pada zaman ketika Yesus kristus hadir didunia atau yang kita kenal sebagai zaman Masehi. (sebelum Masehi atau SM adalah zaman sebelum Kristus datang). sampai sekarang ini menjadi Iman dari umat percaya yang biasa disebut juga ‘Iman Kristiani’. (pada zaman sekarang ini di era post modern sering kali orang mensalah artikan tentang Firman Allah, tentang kesatuan TUHAN Allah, adapun juga yang menganggap bahwa Allah Iman Kristiani ada tiga , Bapa, Anak dan Roh Kudus anggapan ini salah)
Note: {kita memiliki satu TUHAN Allah yang mulia, Sang pencipta. Dialah yang tak pernah berubah dari dulu sampai sekarang dan selama-lamanya. Dialah yang awal dan yang akhir YHWH Elohim(TUHAN Allah) = Bapa , Anak , dan Roh Kudus. Dialah Allah yang menciptakan(Bapa), Dialah Allah yang menyelamatkan(Anak), Dialah Allah yang selalu ada dengan kita yang menghibur dan menolong kita(Roh Kudus). Bapa , Anak dan Roh Kudus adalah satu Allah. Allah pencipta adalah Allah yang sama yang telah menyelamatkan kita Allah penyelamat adalah Allah yang sama yang selalu ada dengan kita. Bukan tiga Allah yang berbeda, tapi satu Allah. Dan Allah itu Adalah TUHAN(YHWH) dan TUHAN adalah Firman, dan Firman itu berinkarnasi di dalam Yesus Kristus menjadi Firman yang hidup, Allah yang berinkarnasi menjadi Anak manusia yang telah turun kedunia secara langsung untuk memperbaiki hubungan manusia dengan TUHAN Allah untuk menunjukan kebenaran Firman TUHAN, agar manusia melihat, menyaksikan , dan merasakan kasih karunia TUHAN Allah dan dengan kematianNya diatas kayu salib kita ditebus olehNya karena dosa kita, Yesus Kritus menyelamatkan kita dari kuasa maut , Dia bangkit pada hari yang ketiga yang menandakan bahwa Dia telah menebus dosa bagi manusia dan dosa itu tidak lagi berkuasa atas manusia yang telah menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, manusia yang percaya mendapatkan keselamatan yang tidak dapat dibandingkan dan tidak dapat dibayarkan oleh hal duniawi dan Firman itu adalah TUHAN Allah itu sendiri. Dialah yang tetap selalu tinggal di dalam diri kita. Roh TUHAN ada di dalam setiap orang percaya, Dialah Roh Kudus, Roh yang menghibur dan menolong kita. itulah TUHAN Allah kita yang menciptakan, yang menyelamatkan, yang selalu ada dengan kita Allah yang Esa. Allah Yang penuh kasih mengasihi kita dengan kasih karuniaNya. Satu Allah yang mulia, TUHAN(YHWH) -buka dalam kamus alkitab LAI cari artinya TUHAN jika ‘ragu atau kurang percaya, ada dalam alkitab terdapat kamus di bagian akhir alkitab- yang kita kenal di dalam nama : Bapa, Anak dan Roh Kudus yang adalah satu yaitu TUHAN Allah. Yang kita muliakan di dalam nama Yesus Kristus Anak Allah Tuhan kita.}
TUHAN itu ada. Dia pencipta segala sesuatu. Dia menawarkan dan memberikan kita keselamatan. Manusia pertama telah gagal mempergunakan kehendak bebas yang diberikan. Untuk itu sekarang, manusia, jangan salah lagi mempergunakan kehendak bebas itu, Firman telah ada bersama-sama dengan kita. kitalah yang memilih. Percaya atau tidak. Menerima atau menolak Firman itu. Jika kita memilih untuk menerima kita mendapatkan keselamatan bukan hanya keselamatan didalam bumi saja tetapi juga keselamatan ketika Yesus Kristus datang kembali untuk kedua kalinya Dia pasti akan datang kedua kalinya bukan untuk menyelamatkan kita lagi tetapi datang sebagai hakim ‘dan barang siapa menyangkal Yesus, Yesus pun akan menyangkal siapa yang menyangkal Yesus didepan Bapanya’. kapan itu terjadi ? waktunya tidak diketahui tapi cepat atau lambat waktu itu akan datang. Ketika kita menerima keselamatan tentu kita akan dibaptis dalam nama TUHAN Allah : Bapa, Anak dan Roh Kudus,
Note: {Baptisan bukan dilihat dari cari bagaimana baptisan dilakukan tapi atas nama siapa baptisan itu dilakukan. Baptisan yang benar adalah dalam nama TUHAN Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Karena yang membaptis kita adalah TUHAN Allah bukan manusia yang membaptis kita manusia itu hanyalah alatNya atau mediumNya. Jadi bukan siapa orang atau bagaimana cara membaptis tapi dengan nama TUHAN Allah : Bapa , Anak dan Roh Kudus. Yohanes pembaptis membaptis dengan air tapi Yesus Kristus membaptis dengan Roh kudus.}
sebagai tanda kita telah menerima perjanjian kita dengan TUHAN Allah yang dahulunya adalah tanda sunat dan disempurnakan digantikan dengan baptisan kudus karena yang sempurna itu telah datang mengenapi hukum taurat yang belum sempura Dialah Kristus yang sempurna, Dia adalah kasih.
Note :{
·        Empat hukum pertama dari hukum taurat adalah kasih kita kepada Allah:

1.       Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku
2.       Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun
3.       Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan. (Mungkin ini alasan kenapa LAI tidak mengunakan nama TUHAN dalam bahasa aslinya, TUHAN = YAHWEH)
4.       Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat

·        Enam hukum yang tersisa adalah kasih kita kepada sesama:

5.       Hormatilah ayahmu dan ibumu
6.       Jangan membunuh
7.       Jangan berzinah
8.       Jangan mencuri
9.       Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
10.     Jangan mengingini kepunyaan sesamamu.
Yesus Kristus memenuhi semuanya ini Dialah yang sempurna. Dialah yang menyempurnakan bahwa keseluruh hukum taurat itu adalah kasih. Dan kasih adalah bagian kehidupan dalam kekristenan. Yesus tidak mengantikan tapi menyempurnakan ,meluruskan apa sebenarnya hukum taurat itu. Dan orang yang telah hidup baru atau telah menjadi percaya tidak akan hidup lagi di bawah hukum taurat dalam artinya sudah tidak akan lagi melangar hukum taurat itu karena ketika kita melakukan kasih kita tidak akan melangar kesepuluh perintah TUHAN. Semua hukum itu tergantung dalam kasih.}


Ketika kita telah menerima kebenaran di dalam Yesus Kristus kita juga harus mempertahankan kebenaran yang membawa keselamatan itu melakukan apa yang baik yang berkenan dihadapan TUHAN. Melayani TUHAN dengan tubuh kita sebagai persembahan yang paling baik. Dan ini adalah tahap yang paling sulit sebagai orang Kristen untuk mempertahankan kebenaran itu dengan Iman. Karena memang hal yang paling sulit untuk dicapai bukanlah kesuksesan, ketenaran, kekayaan, impian ataupun cita-cita. Tapi melayani TUHAN dengan baik dan sangat sempurna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Allah, Otoritas, dan Kita

Oleh: Pdt. Samuel T. Gunawan, M.Th "Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering” 1 Samuel 3:1 Pendahuluan Kecenderungan banyak orang adalah independen, tidak bergantung dan bertanggung jawab kepada siapa pun. Dengan demikian, merasa bebas berbuat sekehendaknya sendiri, tanpa pengayoman dan pengawasan. Inilah awal dari kekacauan dan bencana! Allah menetapkan seseorang atau beberapa orang di atas kita untuk kebaikan kita. Mereka seperti payung yang melindungi kita. Payung-payung tersebut adalah otoritas yang telah ditetapkan Allah dalam kehidupan kita. Payung otoritas itu bisa merupakan bentuk hubungan antara suami dan istri (Efesus 5:22-23), orang tua dan anak (Efesus 6:1-3), pemerintah dan masyarakat (Roma 13:1-5), atasan dan bawahan dalam pekerjaan (Efesus 6:5-8), para pemimpin rohani dan jemaat (Ibrani 13:7,17). Apapun warna payung itu, berapapun besar pa...